Secoretsajak, “baring”

Aku bisa saja menapak tanpa kamu

Dan itu tak lain seperti kebun tanpa hijau-hijaunya tanaman

 hanya, dahan-dahan kering 

Berserakan

Aku tak tahu

Apa ini tulus?

Entahlah

Aku hanya ingin jadi malammu

Pekat dan legam yang menyekat sesap

Tapi gelap telah meninggalkan jarak malam ini

 hingga rentang telah nampak diantara jangka kita

Tanpa mau bersahut semilir angin malam

Mata kita melerai dalam pejam 

bertukar tatap

Merdu dalam baring yang lelap

Sendu tanpa deru tanpa geriap

Menyulut rindu yang menelungkup 
Tapi tatapku kian sayu

Memeluk keindahanmu yang rebah

Sayang yang kasih terpermanai

Aku mulai meragukan hening malam yang berjanji akan membawakan perpaduan

Tapi tetap

Kau adalah apapun, dan kapanpun 

Bagiku

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s