Secoretsajak, “rengkuh yang lepas”

Mungkin

Harus aku rebahkan segala yang telah aku sulam sebentuk angan

Tanpa harus merengkuh langkah

Tapi sungguh aku kalut pada raga yang tak kau ingini rebah di hadapan waktu dan hembus yang tak kunjung menemukan tepi

Dan hal-hal yang sangat kau ingini kau ingin tuk selalu kembali, telah menjadi aforisme yang bertingkat-tingkat

Sedangkan jarum jam di lenganmu, dentingnya tak terdengar dariku. Dan begitu juga degupmu

Kau telah menepi diantara sisi yang luput dari firasatku

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s