Secoretsajak “Tetes”

Tetes meresap padang pelupuk matamu

mata di sudut membidik gerak-gerik  kita

Dan matamu liar menemukan sasar yang tak juga kau temui

Masih saja menghindar saat kita bertukar pandang

Seolah tak ingin ada kerling  yang menyapa di pelupuk kita

Ada telinga yang tak mau bertemu suara, ia hanya mampu menyapa keluhmu.

Ada sebentuk yang direngkuh rindu, ia tak mau melepasnya, begitu rekat dan semakin erat. 

Meraung pada persinggahan yang tak mengenal tenang

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s